Hampir seharian aku memaki diriku sendiri. Mencaci. Marah.
Berteriak. Kesal, tetapi juga diam. Seperti orang waras yang sedang mencicipi
rasanya menjadi gila. Seperti artis yang sedang berperan sebagai penjahat
kawakan tertangkap basah sedang telanjang di tempat persembunyian. Bagaimana
tidak. Semalaman aku menghabiskan waktuku untuk mengerjakan deadline ini.
Semalaman aku sendirian menjebak diriku sendiri dalam ruangan kantor yang
sangat kaku dan menjemukan. Semalaman aku saling pandang saling tatap dengan
layar monitor tua bergaris hitam dan sedikit pecah seperti habis terjatuh kemudian terkoyak. Semalaman
aku juga mencumbui bibir cangkir berisi tumbukan biji kopi yang dipadu air
mendidih juga sedikit krimer. Aku bahkan belum sempat terlelap.
Sedetikpun. Sedari semalaman.
Halte Harmoni, 2015
Komentar
Posting Komentar