Matahari belum benar-benar terbenam. Nampak jingganya masih berpadu biru cerah. Kain gordyn menari-nari dikibas angin genit di dekat daun jendela. “Mau ikut aku ga?” ajaknya. “Kemana?” balasku. “Ke laut yuk, renang malam-malam, kapan lagi kita mandi di tempat dimana Aphrodit juga pernah mandi.” “Sama saja asin ini rasanya, ga beda jauh dengan laut di rumahku. Nanti kamu coba berenang di tempatku saja. Ada cerita tersendiri juga disana..” “Ayo sih! Aku maunya disini sekarang.” ajaknya seperti rengek anak kecil. “Aku sudah cukup kenyang berenang di laut. Sudah kubilang kan kalau rumahku tidak sampai tiga kilo ke bibir pantai?” Dia mendekatkan wajahnya ke arahku yang sedang duduk dekat jendela. Aku bisa mencium dengan jelas aroma tubuhnya yang dibaluri lotion delima. “Kapan lagi kamu bisa berenang sama aku !?” Malam di musim panas tidak terlalu gelap disini. Matahari baru terbenam sekitar pukul delapan lebih . Masih bisa u...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya