Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Pantai Payangan - Jember

Di warung Pak Ali, malam Jum’at, seusai jadwal kelas sore hari. Setelah bel tanda kelas berakhir, seluruh mahasiswa meninggalkan ruangan di gedung baru yang masih belum sepenuhnya rampung. Kebetulan saya dan Ilham satu kelas di mata kuliah sosial yang diajarkan oleh dosen lintas jurusan. Kami berbincang-bincang tentang   gowes,   atau   berolahraga menggunakan sepeda. Pantai Payangan dari atas puncak bukit kecil Samboja Ini bukan yang pertama kami pergi ke suatu tempat menggunakan sepeda. Sebelumnya kami sudah ke Air Terjun Tancak Kembar di Situbondo. Berhubung agenda kuliah sehari ini cukup padat, perut kami sepertinya sudah saatnya perlu di gotong menuju tempat pengisian energi, kami pergi ke warung yang berlokasi di dekat pintu masuk jalan Jawa 7. Disana kami bisa mengisi perut kami dengan nasi bungkus isi telor dan ikan tongkol (ingat tongkol ya bukan yang belakangnya tol itu) dengan harga sangat mahasiwai. Terutama bagi anak perantauan da...

RUMI

Laboratorium Kimia sebuah sekolah menengah atas.   Seorang dengan jas putih berukuran setengah lebih besar dari badannya, sedang mencampurkan beberapa zat dalam satu tabung reaksi. Lampu utama ruangan dibiarkan padam, hanya ada penerangan seadanya menggunakan senter kecil di dekat racikan-racikan cairan kimia. Cahaya yang dihasilkan memantulkan warna-warna zat buatan itu ke beberapa sudut ruangan. Seorang lelaki berbadan sedang itu kelihatan panik dan terburu-buru. Cuaca di luar hujan sedang turun dengan derasnya. Suara petir dan pendar kilat sekali duakali menyambar membelah angkasa. *** Malam Natal. Hampir dua bulan intensitas hujan cukup tinggi. Banjir di beberapa daerah pun tak terhindarkan. Tidak terkecuali Jakarta, Ibukota negara Indonesia sering menjadi langganan banjir, terutama daerah pinggiran dekat kanal atau sungai. Malam ini hening sekali bagi penganut Kristen. Mereka sedang hikmat merayakan kebahagiaan di gereja. Berbeda sekali dengan suasana ruas jalana...

RAHMET

CAST I DI RUMAH RAHMET – KESIBUKAN PAGI Rahmet adalah siswa SMK Nusantara kelas duabelas. Rahmet tinggal bersama orangtuanya di daerah pinggiran ibukota. Baginya selain tuhan, yang ia takuti lainnya adalah tukang penagih utang. Ya, dari keluarga yang biasa-biasa saja, ekonomi adalah masalah utama keluarga Rahmet. Oleh karena itu, Rahmet termasuk anak yang cukup prihatin di usianya yang masih belum duapuluhan. ADIK RAHMET Nyak, udah ditagih bayaran noh sama guru ane di sekolah. ENYAK RAHMET Perasaan kemaren baru bayaran tong. Cepet amet tu guru urusan duit. ADIK RAHMET Nih kalo ngga percaya. (Ngasih surat pemberitahuan ke ibunya.) ENYAK RAHMET Yaudah noh minta sono ama Babe Lu. ADIK RAHMET Yah Enyak, kirain mau ngasih. CAST II INTRO GAMBAR Matahari mulai terbit dari ufuk timur. Menjangkau gedung-gedung pencakar langit megapolitan. Langit yang gelap mulai terlihat terang. SEORANG PENDATANG Copet..!!! Copet..!!! (baru saja turun dari bus antar ko...