Sial. Gara-gara tidak ada suara pengumuman aku jadi tertinggal jadwal penerbangan ke New Delhi sore ini. Bandara macam apa ini, kumaki dalam hati. Belum lagi, banyak petugas yang kurang mampu berkomunikasi bahasa Inggris. Sial. Aku terjebak dalam peristiwa menyebalkan. Bandar udara dengan pengumuman senyap tanpa pengeras suara sedang orang-orang didalamnya riuh dalam percakapan masing, ada yang berbicara dengan nada keras seperti sedang menumpahkan amarah, ada yang duduk dalam diam termangu menanti jadwal, ada yang ribut membicarakan pertandingan softball . Aku terjebak di Mumbai, sore itu. Seminggu di New Delhi, untuk persinggahan kedua kali ke India, aku sungguh berlatih arti sabar dengan kerasnya. Suara bising klakson mobil yang tiada henti siang-malam-sore-pagi, panas neraka jahanam di luar ruangan dan makanan yang kelewat pedas yang membuat perut gampang panas dalam. Belum lagi, tidak ada minimarket ala barat di negeri ini. November tahun lalu, aku datang ke Mumbai untuk per...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya