Sepulang dari Delhi aku tinggal beberapa bulan di Surabaya. Aku tahu kota ini bukan kota yang terlalu baik untuk menemukan ketenangan, kalau “kedamean” mungkin iya bisa ketemu disini. Tapi berhubung ada kontrak kerja dengan rekan lamaku jaman kuliah, akhirnya kuputuskan untuk mencoba bertahan disana. Panas di kota ini tidak jauh dari Jakarta dan Bali, namun biaya hidupnya sedikit lebih terjangkau bagi perantau yang gaya hidupnya serba ngirit sepertiku ini. Oya, sepulang dari India, aku mendapat sedikit perubahan cara berpikir, terutama yang berkaitan dengan ingatan dan masa lalu. Aku sudah bisa menerima segala kegetiran yang pernah terjadi di jok belakang kendaraan yang tak pernah bisa berhenti bernama waktu. Kupikir, kebebasan absolut itu ada, ternyata keliru. Perjalanan selama di negeri Gandhi atas saran seorang ahli yoga di Bali telah membuatku sedikit mengerti bahwa segala sesuatu saling terkait, tidak ada yang benar-benar memiliki prinsip bebas. Misalnya, saat perutku lapar, m...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya