Langsung ke konten utama

Postingan

Waktu Istirahat

Pergi keluar di malam hari sambil jalan kaki mengelilingi beberapa blok bukanlah ide yang buruk. Udara segar yang disajikan lautan bisa lebih terasa menghampiri setiap mili lapisan kulit hingga ke bagian dalam paruparu. Oksigen yang mengalir pun jadi lebih banyak yang menjernihkan peredaran darah. Nanar lampu merkuri bergantung di tiang dan suara beberapa kendaraan berlalu lalang. Pejalan kaki terlihat selalu lebih dominan tenimbang mereka yang menunggangi kudakuda besi. Sungguh lestari harmoni alam sekali. Aku dan dia sampai di sebuah taman kecil. Setelah membeli masingmasing sekaleng bir dan beberapa kudapan seperti kacang mede, kwaci dan kacang, sebuah bangku kosong sedianya diduduki secara cumacuma.  “Kenapa kamu ga ngapai-ngapain aku pas pertama kali kita sekamar tidur bareng?” “Terus kamu pengennya diapain?” “Ya engga. Maksudku… you have 99% chance to..  damn what should I say,  ya kenapa kamu ga raba-raba anggota badanku kek, meluk aku kek. Atau apalah.” “Hmmmm.. j...
Postingan terbaru

Menjelang Malam dan Pasta Hangat

Malam musim panas terasa sejuk. Angin pantai sengaja dibiarkan masuk melalui daun jendela. Kain gordyn bersibak pelan menggurai bayangan menarinari. “Apa yang sedang kamu lakukan? Ada kerjaan ya?” “Nope, nothing. Just small thing I should send to my client. Rada telat si, aku lupa soal beda timezone. Jadi rada panik sedikit.” Aku menoleh ke arahnya, melempar sebuah senyum buatan untuk meyakinkan kalau semua baikbaik saja. “But,… you don’t look like you. Sesuatu terjadi?” “Ya, sudah terjadi.” Haha, aku masih menguasai diriku sendiri meskipun ada hal yang bermasalah. “If I could recommend, I suggest you to get shower and refresh your mind. You look so messed up.” “Thank you, a lil bit more kok. Jadi apa rencanamu di musim dingin nanti?” “Hmmm apa ya? Yang jelas aku tidak akan pergi ke supermarket untuk membeli jaket bulu angsa. Kamu tahu pasti soal itu.” Obrolan terjeda ketika sebuah pesan surel masuk di kotak milisku. Dia bergegas ke dapur begitu mengetahui aku melanjutkan kerjaanku. Ru...

Kudapan Kecil

Di suatu sore, seorang teman bercerita padaku tentang kapas. Dia ingin sekali menjadi ringan seperti benda itu. Aku bisa mengerti kenapa. Masalah perceraian keluarga dengan adik-adiknya yang masih kecil (sebenarnya tak pantas aku ceritakan, berhubung tak kusebut namanya, jadi kuharap tak apa dan diapun aku yakin bisa mengerti), masalah asmaranya tak kalah belepotan, pacarnya kepergok sedang makan dengan lelaki lain yang awalnya diakuinya teman kerjanya namun lambat laun memang ada main, masalah keuangan (inimah dompetku juga si haha) dan terakhir yang kutahu dia juga sedang mentok dalam menulis thesisnya. Sungguh berat memang. Pantas saja kapas menjadi rujukan hidupnya. Tapi hanyalah benda yang bergantung pada musim dan sesuatu yang lain. Kapas mungkin dapat terbang tertiup angin kemanapun, jauh dekat, melayang atau tergeletak. Sayangnya menjadi bila terkena air atau dilahap api, bila tak lepek ya bisa jadi abu seutuhnya. Kapas tak berpikir. Kapas tak bisa bergerak sendiri sekalipun ia...

Dua Ikan Kecil Terdampar

Matahari belum benar-benar terbenam. Nampak jingganya masih berpadu biru cerah. Kain gordyn menari-nari dikibas angin genit di dekat daun jendela.   “Mau ikut aku ga?” ajaknya.   “Kemana?” balasku.   “Ke laut yuk, renang malam-malam, kapan lagi kita mandi di tempat dimana Aphrodit juga pernah mandi.”   “Sama saja asin ini rasanya, ga beda jauh dengan laut di rumahku. Nanti kamu coba berenang di tempatku saja. Ada cerita tersendiri juga disana..”   “Ayo sih! Aku maunya disini sekarang.” ajaknya seperti rengek anak kecil.   “Aku sudah cukup kenyang berenang di laut. Sudah kubilang kan kalau rumahku tidak sampai tiga kilo ke bibir pantai?”   Dia mendekatkan wajahnya ke arahku yang sedang duduk dekat jendela. Aku bisa mencium dengan jelas aroma tubuhnya yang dibaluri lotion delima. “Kapan lagi kamu bisa berenang sama aku !?”   Malam di musim panas tidak terlalu gelap disini. Matahari baru terbenam  sekitar pukul delapan  lebih . Masih bisa u...