Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kudapan Kecil

Di suatu sore, seorang teman bercerita padaku tentang kapas. Dia ingin sekali menjadi ringan seperti benda itu. Aku bisa mengerti kenapa. Masalah perceraian keluarga dengan adik-adiknya yang masih kecil (sebenarnya tak pantas aku ceritakan, berhubung tak kusebut namanya, jadi kuharap tak apa dan diapun aku yakin bisa mengerti), masalah asmaranya tak kalah belepotan, pacarnya kepergok sedang makan dengan lelaki lain yang awalnya diakuinya teman kerjanya namun lambat laun memang ada main, masalah keuangan (inimah dompetku juga si haha) dan terakhir yang kutahu dia juga sedang mentok dalam menulis thesisnya. Sungguh berat memang. Pantas saja kapas menjadi rujukan hidupnya. Tapi hanyalah benda yang bergantung pada musim dan sesuatu yang lain. Kapas mungkin dapat terbang tertiup angin kemanapun, jauh dekat, melayang atau tergeletak. Sayangnya menjadi bila terkena air atau dilahap api, bila tak lepek ya bisa jadi abu seutuhnya. Kapas tak berpikir. Kapas tak bisa bergerak sendiri sekalipun ia...

Dua Ikan Kecil Terdampar

Matahari belum benar-benar terbenam. Nampak jingganya masih berpadu biru cerah. Kain gordyn menari-nari dikibas angin genit di dekat daun jendela.   “Mau ikut aku ga?” ajaknya.   “Kemana?” balasku.   “Ke laut yuk, renang malam-malam, kapan lagi kita mandi di tempat dimana Aphrodit juga pernah mandi.”   “Sama saja asin ini rasanya, ga beda jauh dengan laut di rumahku. Nanti kamu coba berenang di tempatku saja. Ada cerita tersendiri juga disana..”   “Ayo sih! Aku maunya disini sekarang.” ajaknya seperti rengek anak kecil.   “Aku sudah cukup kenyang berenang di laut. Sudah kubilang kan kalau rumahku tidak sampai tiga kilo ke bibir pantai?”   Dia mendekatkan wajahnya ke arahku yang sedang duduk dekat jendela. Aku bisa mencium dengan jelas aroma tubuhnya yang dibaluri lotion delima. “Kapan lagi kamu bisa berenang sama aku !?”   Malam di musim panas tidak terlalu gelap disini. Matahari baru terbenam  sekitar pukul delapan  lebih . Masih bisa u...

Hari yang Aneh

Aku tidak pernah tahu apa yang terjadi pada diriku hari ini , apalagi besok-besok.  Yang kutahu, hari ini adalah pernikahan se orang  teman dekatku. Hari ini juga, ketika baru bangun tidur, aku mendengar kabar salah satu temanku yang lain kehilangan  salah satu  orang tuanya. Temanku tidak banyak. Jadi, begitu mendengar kabar-kabar seperti itu, aku bisa senang sekali atau sedih sekali. Bukan aku tidak bisa bersosialisasi, hanya saja memang aku menjaga pertemanan yang minim itu biar tetap berkualitas. Soal teman kerja, aku punya banyak. Tapi ya sebatas teman kerja, tentu porsi  treatment nya beda. Disana aku hanya berteman sebatas kadar kemampuan dan kontribusiku saja. Walau tidak menutup kemungkinan ada yang sampai seperti keluarga juga, hanya satu dua paling, bisa dihitung dengan jari.  Sebenarnya hari ini aneh sekali.   Malam yang hangat. Setelah seharian keliling ke beberapa tempat. Hari yang melelahkan namun tetap indah  namun sedikit aneh. Du...