ID Card & Booklet Bulan Mei, saya menyelesaikan seminar tugas akhir. Di bulan Agustus di tahun yang sama, semester berikutnya akhirnya saya baru bisa benar-benar menyelesaikan dengan pasti sidang tugas akhir. Meski masih ada beberapa revisi minor di beberapa halaman. Saya harus membaca novel yang sedang saya teliti dua tigakali bolak balik bahkan sudah dimulai setahun sebelumnya. Kata seorang teman, saya terlalu ngoyoh. Masa bodoh, saya punya target dalam hati bergumam. Ditambah dengan teori yang merupakan masih dalam kategori “baru” di kampus. Untuk mencari referensinya lumayan bikin kepala pening. Beruntung, dosen pembimbing saya saat itu berbagi beberapa koleksi buku pribadinya. Terbantulah diri ini. September, seorang teman sekampus yang biasa ngopi bareng berbagi informasi tentang acara tahunan tentang penulis dan pembaca yang diadakan di Bali. Kebetulan salah satu narasumber di acara tersebut adala seorang penulis yang menuangkan idenya sebagai buku yang saya jadikan...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya