Terik siang begitu terasa menyengat ubun-ubun kepala. Ratusan orang berkumpul mengepung gedung balaikota sambil lantang berteriak menuntut hak dan keadilan. Panas matahari terus membakar semangat mereka. Tiada henti. Petugas berseragam coklat sibuk menenangkan orang-orang itu menggunakan semprotan air yang diarahkan ke atas menggunakan selang sehingga ketika jatuh menyerupai hujan, yang bersumber dari tangki mobil pemadam kebakaran. Beberapa orang saling sikut dengan petugas. Mereka berebut masuk ke ruangan balaikota untuk mendapat kesempatan menyampaikan keluh kesah yang mereka jalani sebagai tukang ojek dan penyedia jasa angkutan umum terkait kebijakan pemerintah setempat. Petugas tetap menghalang usaha mereka. Gerbang dibiarkan tertutup rapat, dibarikade dengan kawat tajam. Sia-sia saja bagi orang-orang yang bermodalkan kain terus diberi tulisan menggukan cat semprot ini. Semakin mencoba merangsak masuk, semakin keras dihalang petugas. Suasana makin tak terkendali. Kericuhan pun p...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya