Ibuku penganut agama yang taat. Ia tidak pernah terlambat untuk melakukan ibadah. Jika dalam sehari waktu beribadah jumlahnya 17 kali, ibu tidak akan melewatkan salah satunya. Di dalam kepercayaan ibu, ia tidak diperkenankan memelihara hewan selain babi. Begitulah hukum yang telah diterapkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Alasannya sederhana, babi lebih laku dan mahal daripada hewan lain. Oleh karena itu seluruh warga di kampung beternak babi. Kandang-kandang babi dapat dengan mudah dijumpai di setiap halaman rumah warga. Dan di kampung, anjing adalah hewan yang menjadi pantangan bagi siapapun. "Anjing itu kotor" "Anjing itu selalu berliur dan itu tidak baik untuk dijadikan peliharaan." "Anjing itu najis." "Bla.. blaaa bla..." Suara masyarakat seolah mereka adalah nabi yang dapat menentukan nasib manusia lainnya. Ibuku tinggal di kampung. Ia menetap disini setelah kakek ditugaskan menjadi misonaris di dusun panta...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya