Malam musim panas terasa sejuk. Angin pantai sengaja dibiarkan masuk melalui daun jendela. Kain gordyn bersibak pelan menggurai bayangan menarinari. “Apa yang sedang kamu lakukan? Ada kerjaan ya?” “Nope, nothing. Just small thing I should send to my client. Rada telat si, aku lupa soal beda timezone. Jadi rada panik sedikit.” Aku menoleh ke arahnya, melempar sebuah senyum buatan untuk meyakinkan kalau semua baikbaik saja. “But,… you don’t look like you. Sesuatu terjadi?” “Ya, sudah terjadi.” Haha, aku masih menguasai diriku sendiri meskipun ada hal yang bermasalah. “If I could recommend, I suggest you to get shower and refresh your mind. You look so messed up.” “Thank you, a lil bit more kok. Jadi apa rencanamu di musim dingin nanti?” “Hmmm apa ya? Yang jelas aku tidak akan pergi ke supermarket untuk membeli jaket bulu angsa. Kamu tahu pasti soal itu.” Obrolan terjeda ketika sebuah pesan surel masuk di kotak milisku. Dia bergegas ke dapur begitu mengetahui aku melanjutkan kerjaanku. Ru...
Sedikit Jelas, Banyak Ngaconya